CABDISDIK Dan CEO SMK

Dibawah kepemimpinan Ibu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX, terbentuk sejak adanya penerbitan Permendagri Nomor 12 Tahun 2017 yang membawahi Wilayah Kab. Indramayu dan Majalengka, mulai berkantor di SMKN 1 Palasah (2017-2018), ex Kantor SAMSAT Majalengka (2019), dan Gd. Serbaguna SMKN 1 Kerjajati (2019-sekarang) bertempat di Jalan Raya Kertajati – Jatitujuh (samping SMKN 1 Kertajati), banyak sekali perjuangan dan permasalahan yang dihadapi namun bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sebagai pemimpin yang jujur dan bijaksana Ibu Dewi Nurhulaela mampu memajukan seluruh elemen yang terkait mulai dari Satuan Pendidikan SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta, baik itu para tokoh masyarakar/ orangtua/ pers dll, sehingga membawa kemajuan dan kesinergisan terhadap eksistensi lembaga menjadi lebih baik. 
Kantor Pusat Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beralamat di Jl. Dr. Radjiman Pasirkaliki, Bandung 40171. Informasi resmi kami di http://disdik.jabarprov.go.id dan Pusat Data Pendidikan di Jawa Barat pada https://dapodik.disdik.jabarprov.go.id/sipinter/.
 

Program SMK Membangun Desa merupakan upaya nyata dalam merealisasikan peran SMK dalam pembangunan nasional, khususnya pembangunan di pedesaan, dalam rangka meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Pedoman pelaksanaan ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat SMK, guna memberikan acuan kepada SMK dan pihak terkait lain dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi SMK Membangun Desa, sehingga tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai dengan cepat dan baik.

Apabila segenap permasalahan sosial ekonomi di perdesaan teratasi, niscaya sebagian besar tantangan pembangunan di negeri ini dapat dilewati. Di sinilah pentingnya menjadikan desa sebagai beranda depan pembangunan. Jika keadaan desa tercukupi, baik dalam aspek sosial dan ekonomi, maka bisa ditarik kesimpulan kota juga akan mendapatkan dampaknya. Sebaliknya, jika permasalahan desa belum bisa teratasi, kota juga tidak bisa berharap lebih.

SMK dapat berperan menjadi penggerak pembangunan pedesaan, dengan melakukan inovasi dan edukasi masyarakat desa menjadi masyarakat modern dan berkemajuan. Selain itu, lulusan SMK dapat menjadi angkatan kerja pedesaan yang mengusai kecakapan teknologi baru, keterampialn kreativitas dan inovasi, pemikiran kritis dan pemecahan masalah kompleks, komunikasi, kolaborasi, dan kewirausaan, sehingga lulusan SMK akan menjadi generasi baru pedesaan yang memancarkan sinar terang untuk pembangunan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.