Definisi

A. Definisi

SMK membangun desa adalah penguatan peran SMK dalam pembangunan sumber daya manusia dan ekonomi pedesaan dengan berkolaborasi antara Pemerintah Desa dengan pihak terkait lainnya melalui:

  1. Pengintegrasian pembelajaran praktik, tefa (Teaching Factory), dan PKL (Praktik Kerja Lapangan) ke dalam kegiatan–kegiatan pembangunan di pedesaaan yang sesuai dan berkaitan dengan kompetensi keahliannya;
  2. Inovasi teknologi tepat guna untuk percepatan pembangunan pedesaan;
  3. Pelibatan warga sekolah karena kahliannya, dibutuhkan dalam pelaksanaan kegiatan–kegiatan pembangunan di pedesaaan;
  4. Pemanfaatan aset dan program sekolah, desa, dan lembaga terkait dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia pedesaan melalui   pendidikan   dan   pelatihan,   dan   atau memfasilitasi kegiatan–kegiatan lain terkait pelaksanaan kegiatan– kegiatan pembangunan di pedesaaan.

 

B. Prinsip

SMK membangun desa berbasis kolaborasi bersama Pemerintah Desa dengan  prinsip-prinsip sebagai berikut.

  1. Saling menguntungkan (mutual benefit). Saling menguntungkan  disini  bukan  hanya  materi  tetapi  juga  non materi, yaitu dilihat dari kebersamaan atau sinergitas dalam mencapai tujuan secara bersama;
  2. Berorientasi hasil. Kerja sama yang efektif harus didasari pada realitas dan berorientasi pada tindakan. Hal ini membutuhkan koordinasi yang   berorientasi   hasil   dan   berbasis   pada kemampuan efektif dan kapasitas operasional yang konkrit;
  3. Keterbukaan (transparansi). Kelebihan dan kekurangan, program-program yang dikembangkan dan berkesesuaian, serta potensi-potensi yang dimiliki harus diketahui oleh kedua belah pihak. Transparansi dicapai melalui dialog (pada tingkat yang setara) dengan menekankan   konsultasi dan pembagian informasi terlebih      Komunikasi   dan   transparansi, termasuk transparansi finansial sehingga membantu peningkatan kepercayaan kedua belah pihak;
  4. Masing-masing pihak yang bermitra harus merasa duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, tidak boleh satu pihak memaksakan kehendak kepada pihak lain. Kesetaraan membutuhkan rasa saling menghormati antar para pihak yang bermitra tanpa melihat besaran dan kekuatan. Para pihak harus saling menghormati mandat kewajiban dan kemandirian dari pihak lainnya, serta memahami keterbatasan dan komitmen yang dimiliki satu sama lain. Sikap saling menghormati tidak menghalangi     masing-masing   pihak   untuk   terlibat   dalam pertukaran pendapat yang konstruktif;
  5. Tanggung   Para  pihak  memiliki  tanggung  jawab  etis terhadap satu sama lain dalam menempuh tugas-tugasnya secara bertanggung jawab, dengan integritas dan cara yang relevan dan tepat. Para pihak harus meyakinkan bahwa mereka hanya  akan  berkomitmen  terhadap  sesuatu  kegiatan  ketika mereka  memang  memiliki  alat,  kompetensi,  keahlian  dan kapasitas untuk mewujudkan komitmen tersebut;
  6. Saling   Kekurangan-kekurangan  dan  kelebihan- kelebihan yang dimiliki para pihak dapat dijadikan modal dasar untuk  saling  melengkapi  kontribusi  yang  satu dengan  yang lainnya. Saling melangkapi akan menumbuhkan kekuatan baru dalam mencapai tujuan bersama.