Direktur Peduli SMK

INDRAMAYU- SMKN 1 Lelea menggelar worshop dengan menghadirkan Dr Marlock atau yang lebih akrab dikenal Gus Marlock, Kamis (27/5).

Melalui narasi dan testimoni yang disampaikan, Penggagas Program SMK Membangun Desa itu, mampu menggambarkan dengan jelas, bagaimana keberhasilan program SMK bangun desa di berbagai daerah.

 

Menurut Gus Marlock, situasi saat ini dan pasca Covid-19, butuh sinergi aparat desa dengan sekolah untuk bersama membangun pendidikan, agar desa menjalankan program industry dan kenal teknolosi.

“Program SMK Bangun Desa bisa diterapkan di desa-desa yang memiliki potensi alam yang melimpah seperti potensi di bidang pertanian dan industry. Saya optimis SMK Negeri 1 Lelea mampu melaksanakan program ini dan SMK lainnya bisa melakukannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Lelea Ayip Saripudin, SPd mengatakan, tujuan workshop pengembangan program Edupark Lelea ingin menjadikan SMK Negeri 1 Lelea menjadi pusat pengembangan teknologi, pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan inovasi. “SMKN 1 Lelea ingin berperan dalam mewujudkan atau ikut berpartisipasi dalam membangun desa,” ujarnya. Sehingga, lanjut Ayip, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki, SMKN 1 Lelea bisa kolaborasi dengan desa.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa dengan SMK adalah hal yang menarik, dimana desa membutuhkan skill atau kemampuan untuk mengembangkan sebuah kreasi atau produk.”Dengan hadirnya SMK ini  bisa menghasilkan siswa yang mempunyai skill sehingga bisa melahirkan produk dan inovasi terutama dalam mengembangan usaha milik desa seperti BUMDes,” ujarnya.

Dengan kata lain, lanjut Ayip, Edupark Lelea adalah jadi pusat pengembangan teknologi, pendidikan, pelatihan, sertifikasi dan kompetensi. “Harapannya dengan adanya pengembangan program Edupark Lelea bisa meningkatkan IPM umumnya di kabupaten Indramayu khusunya di Lelea,” ujarnya. (oni)