Inovasi Teknologi Tepat Guna

Sesuai dengan fungsi dan tugas akademisi (SMK) dalam kolaborasi model pentahelix adalah sebagai inovator dalam percepatan pembangunan di pedesaan. Sekolah dituntut berperan aktif dalam melakukan modernisasi teknologi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga kualitas produk yang dihasilkan sesuai dengan standar.

Inovasi teknologi tepat guna berdasarkan kepada permasalahan nyata yang dihadapai masyarakat pedesaan, tujuannya adalah untuk mempercepat pengembangan kegiatan usaha ekonomi produktif masyarakat, memperluas lapangan kerja, lapangan usaha, peningkatan produktivitas, dan mutu produksi.   Dalam inovasi teknologi tepat guna perlu diperkenalkan teknologi industri

4.0 yang berbasis digital, selain merupakan tuntutan yang tidak dapat lagi terelakan dalam pembangunan saat ini, juga akan mendorong minat generasi muda untuk berperan aktif pada pembangunan di pedesaan.

Inovasi teknologi tepat guna dapat dilakukan oleh peserta didik secara kelompok atau dilakukan oleh guru bekerjasama dengan peserta didik atau dilakukan oleh guru. Apabila diperlukan, sekolah dapat berkolaborasi dengan perguruan tinggi atau para ahli. Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam inovasi teknologi tepat guna dapat dilakukan sebagai berikut;

  1. Identifikasi permasalahan  yang  dihadapi  masyarakat  dalam melakukan proses produksi dan menetapkan solusi yang akan dilakukan;
  2. Melakukan studi  pendahuluan  dengan  kajian  literatur  dari berbagai media, baik itu media cetak maupun elektronik, serta melakukan survey awal untuk memperjelas permasalahan dalam inovasi teknologi tepat guna;
  3. Membuat desain awal dan memilih desain terbaik, membuat jadwal produksi, menyiapkan sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang diperlukan dalam inovasi teknologi tepat guna;
  4. Mengembangkan produk awal;
  5. Melakukan uji  coba  teknologi  tepat  guna  secara  terbatas, misalnya di lingkungan sekolah;
  6. Melakukan perbaikan    terhadap    teknologi    tepat    guna, berdasarkan hasil uji coba terbatas (apabila diperlukan);
  7. Melakukan uji coba lebih luas, yaitu langsung di lingkungan desa mitra;
  8. Melakukan perbaikan    terhadap    teknologi    tepat    guna, berdasarkan hasil uji coba lebih luas (apabila diperlukan);
  9. Penyebaran dan pemanfaatan hasil inovasi teknologi tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan. Teknologi tepat guna yang memiliki nilai kebaruan dan ekonomis dapat didaftarkan hak atas kekayaan intelektual (HaKI).

Inovasi teknologi tepat guna dapat dilakukan untuk kepentingan berbagai bidang, seperti untuk kebutuhan pengembangan kuliner, fesyen, pertanian, seni, pariwisata.