Kewirausahaan

Pengembangan kewirausahaan dalam penguatan peran SMK dalam pembangunan perdesaan diperuntukan bagi peserta didik, lulusan SMK, dan warga masyarakat. Tujuan pelatihan kewirausahaan bagi peserta didik dan lulusan adalah menyiapkan mereka untuk menjadi pengusaha pemula (start up), sedangkan kewirausahaan bagi warga desa, selain untuk menyiapkan mereka menjadi pengusaha pemula, dapat juga untuk peningkatan kualitas usaha yang telah berkembang di masayarakat. Pengembangan kewirausahaan dapat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, dan pendampingan oleh guru atau praktisi, dan dapat juga dilakukan oleh guru yang bekerja sama dengan praktisi.

Penguatan kewirausahaan bagi peserta didik dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut;

  1. Dasar kewirausahaan melalui mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan, yang dilakukan secara kelompok atau individual di sekolah   melalui   bimbingan   guru   dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki desa mitra;
  2. Kewirausahaan melalui belajar secara praktis di Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) atau masyarakat yang ada di pedesaan, dilakukan secara kelompok atau individu melalui bimbingan praktisi;
  3. Kemandirian berwirausaha dengan mendirikan usaha mandiri sesuai dengan kompetensi keahlian melalui berkolaborasi dengan pihak-pihak lain.

 

Peserta didik dalam melakukan kewirausahaan di masyarakat berperan serta dalam membangkitkan UMKM dan masyarakat melalui antara lain penerapan teknologi 4.0 dalam proses produksi, pemasaran daring, penguatan tata kelola usaha secara modern, sehingga memberikan nilai tambah (added value) terhadap produk dan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kewirausahaan bagi lulusan dan warga masyarakat ditujukan pada lulusan atau warga masyarakat yang belum bekerja, terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang ingin meningkatkan usahanya. Pembekalan dan penguatan kewirausahaan bagi lulusan dan warga masyarakat dilakukan melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, dan pemasaran produk.

SMK dalam pengelolaan hasil pembelajaran guna pembangunan masyarakat desa, pemanfaatan aset sekolah untuk kepentingan masyarakat, pemasaran produk desa dan sekolah, dapat dikelola melalui BLUD SMK. Diharapkan melalui pengelolaan BLUD, SMK tidak hanya meningkatkan mutu sekolah tetapi juga dapat berperan dalam meningkatkan pembangunan desa.