Maksud Tujuan dan Sasaran

Pengukuran kinerja program penguatan peran SMK dalam pembangunan perdesaan, bertujuan untuk mengukur seberapa efektif dan efisien program SMK Membangun Desa terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian desa/kelurahan sebelum (before) dan setelah (after) program dilaksanakan. Pengukuran kinerja ini dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti input, proses, output, outcome, dan impact.

Input (masukan), pengukuran input (masukan) membantu mengatur keputusan, menentukan sumber-sumber yang ada, alternatif apa yang diambil, apa rencana  dan startegi yang akan diambil, apa rencana dan strategi untuk mencapai tujuan, dan bagaimana prosedur kerja untuk mencapainya. Komponen pengukuran kinerja masukan meliputi:

  1. sumber daya manusia.
  2. sarana prasarana pendukung.
  3. dana/anggaran.
  4. berbagai prosedur dan aturan yang diperlukan.

Process (Proses), pengukuran proses untuk mengetahui sejauh mana perencanaan dilakukan secara efektif dan efisien. Pengukuran proses meliputi:

  1. efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran;
  2. efektivitas dan efisiensi proses pelatihan kewirausahaan;
  3. efektivitas dan efisiensi proses inovasi teknologi tepat guna; dan
  4. efektivitas dan efisiensi proses pemberdayaan masyarakat.

Output (Hasil), pengukuran output adalah pengukuran terhadap produk/hasil dari suatu program atau kegiatan, misalnya antara lain:

  1. kualitas lulusan sesuai SKL dan kebutuhan DUDI;
  2. sertifikat kompetensi bagi lulusan sesuai KKNI level II dan III, serta sertifikasi kompetensi bagi warga masyarakat; (3) meningkatnya jumlah peserta didik, lulusan, dan warga desa yang berwirausaha;
  3. meningkatnya inovasi teknologi tepat guna; dan
  4. meningkatnya kuantitas dan kualitas program pemberdayaan masyarakat.

Outcome (Dampak Jangka Pendek), pengukuran outcome dilakukan maksimal setelah 3 (tiga tahun) program diluncurkan, untuk mengukur keberhasilan dalam pencapain tujuan yang telah ditetapkan, antara lain meliputi:

  1. keterserapan lulusan di dunia industri;
  2. kemandirian lulusan sesuai dengan kompetensi keahliannya;
  3. meningkatnya kompetensi SDM desa dalam pengelolaan sumber daya desa; dan
  4. meningkatnya produktivitas dan pemasaran produk desa.

Impact (Dampak Jangka Panjang), pengukuran impact dilakukan minimal 5 (lima tahun) setelah program diluncurkan, untuk mengukur keberhasilan program SMK dalam pembangunan pedesaan. Pengukuran tersebut meliputi:

  1. meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMK;
  2. meningkatnya karir dan kesejahteraan lulusan SMK;
  3. terwujudnya sekolah mandiri;
  4. meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa;
  5. berkurangnya angka pengangguran di pedesaan;
  6. masyarakat desa menjadi mandiri dan sejahtera.